Breaking News

Jelang Idul Fitri, Karantina NTB Gelar OPGAP Perketat Pengawasan Lalu Lintas Komoditas Pertanian

Apel pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan

SAVANANEWS_Lobar
- Karantina NTB kembali gelar Operasi Gabungan Patuh Karantina pada Jumat malam hingga sabtu dini hari yang bertempat di Satuan Pelayanan Pelabuhan Lembar, kantor Karantina NTB, Lembar, Lombok barat.


Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan dan memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan, terutama yang masuk dan keluar melalui pintu pemasukan-pengeluaran Pelabuhan Lembar. Selain itu, giat ini juga bertujuan memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Denpom TNI AD Mataram, DanPos TNI AL Lembar, Danposramil Lembar, Kepala Kepolisian Kawasan Pelabuhan Laut Lembar, Satgas Pangan Polda NTB, Tipiter Polres Lombok Barat, dan BPTD Lembar.


Agus Mugiyanto, Kepala Karantina NTB, didampingi Kepala Subbagian Umum dan Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum sebagai pelaksana kegiatan hadir dan mengikuti keseluruhan kegiatan dari awal hingga akhir. Selain itu, kegiatan ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat fungsional teknis Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di lingkup Karantina NTB. Kegiatan dibuka dengan Apel yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Lembar, Lalu Medy Iswan Hadi.


Agus Mugiyanto, mengatakan bahwa ini adalah kali ketiga Operasi Gabungan Patuh Karantina dilaksanakan. Operasi pertama, awal Ramadan, dilaksanakan di Pelabuhan Lembar; Kedua, dipertengahan ramadan, dilaksanakan di Pelabuhan Kayangan, dan pada 9 hari jelang Idulfitri ini, kami kembali menggelar kegiatan ini di Pelabuhan Lembar.


“Pemilihan kedua tempat ini bukan tanpa Alasan,” Ujar Agus. Menurutnya, “Pelabuhan Lembar merupakan jalur masuk dan keluar utama untuk lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan di Wilayah NTB. Sementara itu, Pelabuhan Kayangan adalah jalur perlintasan utama antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa di Provinsi NTB. Sehingga pengetatan pengawasan harus dilakukan pada kedua titik ini.”


Agus juga menyatakan bahwa pelaksanaan operasi gabungan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Setama Barantin, Shahandra Hanitiyo, dengan nomor 1969 Tahun 2025 mengenai Pengawasan Lalu Lintas Media Pembawa pada Perayaan Hari Raya Idulfitri. 


Agus menjabarkan bahwa dalam SE tersebut dijelaskan mengenai target dari pelaksanaan kegiatan pengawasan yang dilakukan melalui kegiatan operasi. bebeapa target tersebut, seperti Media pembawa barang bawaan penumpang yang berpotensi membawa HPHK, HPIK, dan OPTK; Lalu lintas media pembawa di daerah rawan pelanggaran terhadap peraturan perkarantinaan; Media pembawa yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi karantina; dan kepatuhan pelaku usaha atau perorangan yang melalulintaskan media pembawa.


“Dan melalui operasi gabungan yang dilaksanakan pada malam ini, kami setidaknya telah melaksanakan target-target yang ditetapkan oleh Badan Karantina Indonesia melalui Surat Edaran tersebut serta kegiatan sejenis akan terus dilaksanakan sampai dengan pasca Idulfitri,” Lanjut Agus.


Dari hasil pengawasan yang dilakukan pada kegiatan tersebut, setidaknya Karantina NTB berhasil melakukan sertifikasi terhadap beberapa komoditas pertanian dan perikanan yang masuk dan keluar. Terdapat 10 jenis tumbuhan dengan 19 frekuensi; sejumlah DOC dan daging ayam beku; 14 frekuensi untuk Ikan. Selain itu, terjaring pula pelanggaran terhadap peraturan perkarantinaan, dengan ditahannya sejumlah 900 ekor atau 3 kotak belut hidup tujuan Kota Mataram, NTB yang tidak dilengkapi dokumen resmi karantina.


“Melalui operasi ini, kami berharap dapat mengantisipasi potensi pelanggaran hukum terkait lalu lintas dan peredaran komoditas pertanian dan perikanan di wilayah NTB. Selain itu, tentu saja meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat tertib dan patuh terhadap peraturan perkarantinaan yang berlaku ketika melalulintaskan komoditas pertanian dan perikanan serta mencegah masuk, keluar dan tersebarnya HPHK, HPIK, dan OPTK,” tutup Agus. (Red)

0 Comments

© Copyright 2022 - Savana News